okeee

okeee

» » » DPRD Dan PDAM Banjarmasin Tersandung Kasus OTT KPK


BANJARMASIN, BBCOM - Ditengah meriahnya penyembutan Presiden RI Joko Widodo Ke Banjarmasin, Angin tak sedap menyelimuti kota seribu sungai.

Pasalnya, sebelum kedatangan RI 1 ke Banjarmasin hari ini tadi, Jumat (15/9/2017). KPK telah menciduk Ketua DPRD Kota Banjarmasin beriniasal IR, dan anggotanya berinisil AE dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), Kamis (14/9/2017) sore.

Diduga, mereka menerima suap Direktur Utama PDAM Bandarmasih berinisial M, bersama dengan Direktur Keuangan berinisial T, terkait proses pengesahan Perda tentang penyertaan modal untuk PDAM senilai Rp1 triliun.

Menanggapi hal itu, Sekdakot Banjarmasin, Hamli Kursani yang juga menjabat sebagai dewan pengawas PDAM menyesalkan atas kejadian tersebut. Dirinya mengaku telah menerima informasi tentang kejadian itu. "Semantara ini ada kabar, tapi kita belum mendalami. Kita belum mendapat secara resmi," ujarnya.

Dia mengaku, Sampai saat ini masih menunggu hasil penyelidikan dari KPK dan kepolisian terkait OTT tersebut. "Bagusnya kita tunggu saja dlu untuk selanjutnya. HPnya juga tidak biasa dihubungi saat ini," ucapnya Hamli.

Berdasarkan informasi, KPK berhasil mengamankan beberapa orang yang terlibat berserta barang bukti berupa uang tunai. Dan saat ini ke 4 pelaku tengah dibawa ke Kantor KPK di Jakarta, untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Berdasarkan pantauan di lapangan ,sejak pagi tadi, ruang kerja Ketua DPRD, dan komisi II DPRD Banjarmasin juga telah disegel oleh KPK. Berdasarkan informasi yang beredar penyuapan yang dilakukan untuk memperlancar pengesahan Raperda yang telah dibahas.

Namun hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti kronologis, dan oknum-oknum yang terlibat dalam kasus tersebut. [sbr]

About BERITA BANJARMASIN

Situs berita www.beritabanjarmasin.com adalah situs informasi dan hiburan bagi warga Banjarmasin dan sekitarnya. Berusaha menyajikan berita positif dan inspiratif.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
close
Banner iklan disini