okeee

okeee

» » » Wow! Begini Rancangan Jembatan Kayu Tangi Banjarmasin


BANJARMASIN, BBCOM - Jembatan Kayu Tangi Ujung, Jalan Hasan Basri rencananya akan diperbaiki dengan konsep Cable Stayed. Menggunakan konsep ini, diharapkan fungsi dan desainnya lebih baik dari yang sekarang.

Pembangunan jembatan penghubung Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala (Batola) tersebut dimulai tahun 2018, dengan mengunakan anggaran pemerintah pusat.

Lebih Artistik, Jembatan Kayu Tangi Ujung Bakal Gunakan Cable Stayed

Sedangkan pembebasan lahannya untuk pelebaran bagian oprit jembatan ditanggung oleh pemerintah daerah masing-masing.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan, dalam rapat bersama Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah 11 Kementerian PUPR, beserta instansi terkait, dilakukan penyampaian beberapa contoh desain jembatan.

Serta pembahasan langkah-langkah yang akan diambil Pemkot Banjarmasin utuk mendukung pembangunan jembatan.

"Tadi ada tiga contoh desain. Saya lebih tertarik desain pertama, mengunakan konsep Cable Stayed karena lebih artistik dan anggaran pembebasan lebih ringan," ucapnya usai melakukan rapat tertutup di balai kota, Jumat (2/6/2017).

Orang nomor satu di Banjarmasin itu menambahkan, Pemkot Banjarmasin berkomitmen agar pelaksanaan terwujud sesuai jadwal. Meski ada kendala yang dihadapi khususnya dalam hal anggaran untuk pembebasan lahan.

"Walaupun usulan program e-Planing 2018 sudah ditutup, tetap dipikirkan bagaimana caranya dibuka kembali. Sebab pembebasan nantinya perlu anggaran cukup besar," katanya.

Sementara itu, Kadis Pekerjaan Umum Perumahan dan Pemukiman (PUPR) Kota Banjarmasin Gusti Ridwan Sofyani mengatakan, pihaknya siap mengawal pembangunan jembatan itu.

Serta mendukung desain Cable Stayed yang diinginkan Wali Kota Banjarmasin. Mengingat selain desainnya artistik juga biaya yang dikeluarkan lebih ringan dari desain lain.

"Desainnya ada yang dari rangka baja, ada Cable Stayed, kita pilih Cable stayed sebab lebih artistik," ujarnya.

Untuk pembebasan lahan, lanjutnya, difungsikan sebagai oprit nantinya diperlukan lima ribu meter atau memerlukan dana sekitar Rp20 miliar.

"Sedangkan desain yang lain lebih mahal, sampai mencapai tujuh ribu meter, itulah mengapa lebih memilih desain pertama," papar dia.

Di sisi lain, Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah 11 Kementerian PU Sugiartanto yang saat itu disampaikan oleh Ifansyah Supriadi mengatakan, pihaknya menunggu keputusan Pemkot Banjarmasin terkait mekanisme pembangunan jembatan.

"Masih belum diputuskan, ada diduplikat, ada dibongkar, tergantung Pemkot Banjarmasin sendiri nantinya memilih yang mana," ucapnya.

Sedangkan untuk Kabupaten Batola, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi di sana. Pemkab Batola menyetujui untuk pembebasan dan pembangunan jembatan.

"Kalau rapat dengan Batola sudah dilakukan 25 Maret lalu. Mereka setuju untuk pembangunan serta pembebasan lahan," tutupnya. [sbr/sip]

About BERITA BANJARMASIN

Situs berita www.beritabanjarmasin.com adalah situs informasi dan hiburan bagi warga Banjarmasin dan sekitarnya. Berusaha menyajikan berita positif dan inspiratif.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
close
Banner iklan disini