Mau Dibubarkan, Begini Kegiatan HTI Kalsel di Bulan Puasa | Berita Banjarmasin | Situs Berita Data & Referensi Warga Banjarmasin

Selasa, 06 Juni 2017

Mau Dibubarkan, Begini Kegiatan HTI Kalsel di Bulan Puasa

BANJARMASIN, BBCOM - Rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh pemerintah, menimbulkan gejolak di tengah masyarakat. Namun, di Kalsel, khususnya Banjarmasin kajian rutin HTI masih berlangsung dan ramai diikuti peserta.


Saat mau masuk ke Komplek Bumi Graha Lestari di Jalan Sultan Adam, misalnya. Sudah terlihat banyak kendaraan dan orang di Sekretariat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I HTI Kalimantan Selatan, Ahad (4/6/17).

Kegiatan ini juga diikuti oleh anggota kepolisian, dan anggota Komando Distrik Militer 1001 Banjarmasin.

Jika biasanya hanya diikuti satu atau dua aparat keamanan tersebut, kali ini, pasca pengumuman pemerintah berencana membubarkan HTI, menjadi meningkat hingga puluhan personel.

Humas DPD I HTI Kalsel, Hidayatul Akbar, memaparkan beberapa hal dalam acara tersebut. Hidayat yang ternyata jebolan Pondok Gontor mengingatkan bahwa semua ormas dan gerakan Islam didirikan para ulama pejuang.

"Hizbut Tahrir didirikan oleh al-Alim al-Allamah as-Syaikh Taqiyuddin an Nabhani dan dibawa ke Indonesia oleh seorang alim Syaikh Abdurrahman al Baghdadi atas ajakan seorang ulama sepuh dari Nahdlatul Ulama," paparnya.

"Membubarkan ormas Islam berarti mengkhianati perjuangan ulama," tegasnya lagi.

Selain itu, turut menjadi pemateri, adalah akademisi Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat, Deden Koswara.

Ia menegaskan, bahwa fitnah yang juga ditujukan kepada HTI oleh pemerintah, sampai sekarang tidak bisa dibuktikan. Ia pun meminta rencana pembubaran HTI dan ormas lainnya agar bisa dibatalkan, untuk menghindari gejolak yang lebih luas di tengah masyarakat.

"Terkait rencana pembubaran HTI, pemerintah terkesan terburu-buru melakukannya. Karena sampai hari ini, tidak bisa mendalilkan apa yang telah dituduhkan," urainya.

Akibatnya, lanjut dia, nasib HTI seperti tidak jelas, dan berdampak terhadap berbagai kegiatan di beberapa daerah, yang mengalami kendala, padahal masih resmi berdiri sebagai ormas Islam. [rilis humas HTI]

Posting Komentar

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only

close
pop up banner