okeee

okeee

» » » » Paman Kamrani, Sang Penjual Minuman Lahang Unik Menginspirasi dari Martapura

BERITABANJARMASIN.COM - Siang itu, kami dari situs informasi beritabanjarmasin.com melakukan kunjungan ke Mesjid Al Karomah Martapura, Kabupaten Banjar. Bertepatan dengan hari Jumat jelang bulan Ramadan 1437 Hijriah. Usai sholat Jumat, kami beristirahat sejenak di bawah pepohonan besar di kawasan Mesjid yang penuh dengan sejarah ini. Ada pemandangan unik yang menarik perhatian kami. Seorang lelaki, memegang batang bambu dengan panjang sekitar  dua meter ramai didatangi jamaah usai sholat Jumat. Siapa beliau?

Kami perhatikan ternyata dari bambu sepanjang itu, di dalamnya ada minuman yang dituangkan ke gelas jika ada pembeli yang datang. Cukup unik, bahkan di Banjarmasin pun rasanya tak ada penjual minuman seunik ini. Minuman apa sih?

Kami pun mendekati beliau dan membeli satu gelas minuman yang disimpan dalam bambu itu. Harganya pun tak mahal, hanya dua ribu rupiah saja satu gelas. Warnanya kuning coklat keemasan. Saat diminum, rasa manis langsung menyegarkan, apalagi cuaca sedang panas-panasnya.

Ternyata beliau bernama Kamrani, kami memanggil beliau dengan sebutan paman Kamrani. Kebetulan Pemimpin Redaksi (Pemred) kami, bang Syam Indra Pratama ternyata adalah orang Martapura asli dan sejak kecil sudah sering bertemu dengan paman yang satu ini. Kata bang Syam, beliau ini sudah puluhan tahun berjualan minuman tersebut. Minuman apa sih? jadi penasaran.

"Ini namanya minuman apa paman? dan terbuat dari apa. Kok manis dan enak ya?" ujar kami.

"Minuman ini ngarannya Lahang. Biasa orang menyambatnya banyu aren. Nah kalau di wadah kami disebut Lahang. Ini asli airnya dari pohon Lahang. Tidak bercampur air tambahan. Manisnya pun kada ditambahi gula," ujar paman Kamrani bertutur.

Paman Kamrani sendiri ternyata sudah lebih dari 30 tahun berjualan minuman Lahang ini di Kota Searambi Mekkah, Martapura, Kalimantan Selatan. Menurutnya, dulu selain dirinya, ada beberapa lagi penjual minuman Lahang menggunakan bambu. Namun kini tinggal ia seorang saja yang berjualan minuman dengan penyajian unik ini. "Yah tinggal aku aja lagi nang bejualan minuman Lahang ini. Tiga puluh tahun lebih sudah. Mulai dari harga dua ratus rupiah sampai sekarang dua ribu rupiah," katanya sambil menuang minuman Lahang ke gelas, dari bambu yang panjang itu. Cukup unik memang, penyajiannya.

Sekarang, ujar Paman Kamrani, air dari pohon Aren di kampungnya malah sebagian dijadikan tuak, semacam minuman tradisional yang memabukkan. Paman Kamrani, mengaku tidak mau menjual tuak. Meskipun keuntungannya boleh dikatakan lebih besar. Ia lebih memilih tetap menjual minuman Lahang murni. "Kada mau aku. Biar aja untungnya kada tapi banyak, asal halal," ucap dia serius.

Selain enak, minuman Lahang ini, ternyata juga kaya akan manfaat untuk kesehatan, Seperti melancarkan buang air kecil, mengatasi penyakit kecing manis dan menyegarkan badan. Sayangnya tak setiap hari minuman legendaris Martapura ini ada dijual. Sebab air aren sebagai bahan utama pembuatan minuman Lahang juga kadang tidak tersedia. Namun paman Kamrani mengaku biasa berjualan di sekitaran Mesjid Al Karomah Martapura usai Sholat Jumat.

Begitulah kisah Paman Kamrani, minuman yang beliau jual mungkin tak seberapa untungnya. Namun keyakinan iman Paman Kamrani patut diteladani. Ia tak mau menggadaikan imannya untuk menjual minuman yang tidak halal demi uang. Ia rela berjualan dengan untung sedikit asalkan halal dan berkah. Luar biasa. [orin/sip]

About BERITA BANJARMASIN

Situs berita www.beritabanjarmasin.com adalah situs informasi dan hiburan bagi warga Banjarmasin dan sekitarnya. Berusaha menyajikan berita positif dan inspiratif.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
close
Banner iklan disini