okeee

okeee

» » RSUD Ulin “Diserang” di Kantor Ombudsman

BANUAONLINE.COM – Kasus temuan kotoran cicak pada makanan kepada pasien di RSUD Ulin Banjarmasin kembali memanas. Pihak RSUD Ulin dan pelapor dipertemukan di kantor Ombudsman RI Kalimantan Selatan. Hasilnya, sempat terjadi perdebatan sengit antara keduanya.
Kepala Ombudsman RI Kalimantan Selatan, Noorhalis Majid, bahkan harus berusaha ekstra keras untuk menenangkan situasi (22/1) pagi. RSUD Ulin diwakili oleh Humas, Yusuf. Sedangkan pelapor belum bisa disebutkan namanya. Pelapor datang bersama keluarga berjumlah lima orang.
Perdebatan terjadi saat pihak RSUD Ulin membantah terkait laporan dari pelapor. Spontan, para pelapor merasa tidak terima, dan menuduh pihak RSUD Ulin tidak menerima kritikan. “Masih soal kasus laporan adanya kotoran cicak pada makanan pasien. Sempat memanas, dan ada perdebatan,” kata Noorhalis Majid.
Dikatakannya, dalam pertemuan antara dua pihak tersebut akhirnya ditemukan titik temu. Pihak RSUD Ulin menerima laporan dari pelapor dan berjanji akan mengadakan evaluasi. Termasuk memberikan teguran kepada karyawan yang menangani makanan untuk pasien RSUD Ulin. “Kami akan menunggu janji dari RSUD Ulin untuk melakukan tindakan tersebut,” ujarnya.
RSUD Ulin Banjarmasin dilaporkan oleh seorang pasien gara-gara kotoran cicak. Kotoran cicak masuk ke dalam makanan yang disajikan kepada pasien rawat inap. Namun pihak RSUD Ulin menyatakan hal itu tak benar. Menurut mereka tak mungkin ada kotoran cicak dalam makanan.
Menurut laporan yang masuk ke Ombudsman RI Kalimantan Selatan, kejadian ini terjadi pada akhir November 2014  lalu. Pelapor menuding, RSUD Ulin sudah mengabaikan standar operasional prosedur (SOP), salah satunya memberikan makanan yang tak higienis karena terkontaminasi kotoran cicak.
Selain itu, pelapor juga menjelaskan bahwa pada Minggu, 23 November makanan yang terdapat kotoran cicak itu masih terbungkus rapi di plastik. Pelapor menunjukkan bukti adanya makanan yang ada kotoran cicak kepada salah satu perawat. Bahkan, salah satu dokter senior di RSUD Ulin pun dilaporkan, karena dianggap tak memberi layanan.
Bukan hanya sampai di sana, Ombudsman RI Kalimantan Selatan ternyata baru-baru ini juga melakukan investigasi ke RSUD Ulin secara langsung. Ada beberapa temuan yang ditekankan kepada RSUD Ulin untuk diperbaiki. Salah satunya adalah masalah manajemen parkir RSUD Ulin yang buruk.
Ombudsman RI Kalimantan Selatan meminta parkir untuk karyawan dan pasien dipisah. Karena berdasaran hasil investigasi, jam delapan pagi lahan parkir sudah penuh dengan kendaraan milik karyawan. “Padahal masyarakat yang mau berobat belum berdatangan, parkir sudah penuh,” cetusnya. (stp/mb)

About kalsel suara

Situs berita www.beritabanjarmasin.com adalah situs informasi dan hiburan bagi warga Banjarmasin dan sekitarnya. Berusaha menyajikan berita positif dan inspiratif.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
close
Banner iklan disini