okeee

okeee

» » Inspektorat Usut Komersilisasi Kamar RSUD Banjabaru

BANJARMASIN – Skandal kamar RSUD Banjarbaru yang dikomersilkan oleh oknum pegawai di instansi tersebut kembali menyeruak. Setelah Ombdusman RI Kalimantan Selatan menemukan adanya penyelewengan tersebut, kali ini pihak Inspektorat Banjarbaru juga mulai bergerak mengusut kasus memalukan ini.

Secara langsung pihak Inspektorat Banjarbaru mendatangi kantor Ombdusman RI Kalimantan Selatan untuk mengumpulkan data dan keterangan terkait temuan penyelewengan pelayanan kesehatan di RSUD Banjarbaru. “Kami sudah berbicara dengan perwakilan Inspektorat Banjabaru soal ini, mereka datang ke kantor hari ini (kemarin),” kata Kepala Ombudsman RI Kalimantan Selatan, Noorhalis Majid.
Dikatakannya, Inspektorat Banjarbaru mempunyai niat bagus untuk “membabat” kasus penyelewengan disiplin pegawai, termasuk yang ada di RSUD Banjarbaru. Apalagi sampai berani mengomersilkan kamar RSUD untuk keuntungan pribadi. “Memang sudah menjadi kewenangan Inspektorat untuk mengawasi. Inspektorat Banjarbaru ternyata sudah berulang kali menegur, namun tak ada perubahan. Makanya harus ditindak tegas,” ujarnya.
Menurutnya, kasus RSUD Banjarbaru bisa menjadi pelajaran bagi instansi pelayanan publik lain di Kalimantan Selatan, agar tak sekali-sekali mencoba mengambil keuntungan pribadi, dan mengorbankan masyarakat. Ia juga mengimbau kepada Inspektorat Banjarbaru lebih mengawasi kinerja dan disiplin aparatur pemerintahan daerah, agar kejadian serupa tak terulang kembali. “Pengawasan internal daerah seperti Inspektorat sangat diperlukan. Harus lebih ekstra lagi bekerja,” cetusnya.
Sebelumnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjarbaru. Pasien yang sakit dan harus diopname sering tak dapat kamar. Untuk bisa dapat kamar, harus membayar Rp 50 Ribu hingga Rp 100 Ribu. Hal ini terbongkar, saat Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan melakukan investigasi ke RSUD Banjarbaru.
Rumah sakit yang seharusnya menjadi wadah masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan prima, malah jadi sarang "kelakuan" kotor para oknum pegawai. Modus yang dilakukan adalah mengatakan kepada pasien yang akan rawat inap, bahwa kamar sudah habis.
Kemudian oknum pegawai RSUD Banjarbaru kemudian menawarkan kepada pasien untuk mencarikan kamar. Tentunya tidak gratis, oknum ini meminta bayaran hingga Rp 100 Ribu. "Kamar-kamar di RSUD Banjarbaru dikatakan sudah penuh terisi, padahal masih ada yang kosong. Lalu pasien terpaksa bayar jika ingin dapat kamar. Ini kan perilaku kotor dan memalukan," kata Asisten Ombudsman RI Kalimantan Selatan, Muhammad Firhansyah. (stp/mb)

About kalsel suara

Situs berita www.beritabanjarmasin.com adalah situs informasi dan hiburan bagi warga Banjarmasin dan sekitarnya. Berusaha menyajikan berita positif dan inspiratif.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
close
Banner iklan disini